Sabtu, 07 September 2019

Perbedaan Besaran Fisika, Besaran Pokok, dan Besaran Turunan

Perbedaan Besaran Fisika, Besaran Pokok, dan Besaran Turunan

Di dalam pembicaraan kita sehari-hari yang dimaksud dengan berat badan adalah massa, sedangkan dalam fisika pengertian berat dan massa berbeda. Berat badan dapat kita tentukan dengan menggunakan alat timbangan berat badan. Misalnya, setelah ditimbang berat badanmu 50 kg atau dalam fisika bermassa 50 kg. Tinggi atau panjang dan massa adalah sesuatu yang dapat kita ukur dan dapat kita nyatakan dengan angka dan satuan. Panjang dan massa merupakan besaran fisika. Jadi, besaran fisika adalah ukuran fisis suatu benda yang dinyatakan secara kuantitas.

Selain besaran fisika juga terdapat besaran-besaran yang bukan besaran fisika, misalnya perasaan sedih, gembira, dan lelah. Karena perasaan tidak dapat diukur dan tidak dapat dinyatakan dengan angka dan satuan, maka perasaan bukan besaran fisika.

Besaran fisika dikelompokkan menjadi dua, yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok adalah besaran yang sudah ditetapkan terlebih dahulu. Adapun, besaran turunan merupakan besaran yang dijabarkan dari besaran-besaran pokok.

Nah, itulah perbedaan antara besaran fisika, besaran pokok dan besaran turunan. Semoga bermanfaat :))

Dasar-Dasar Rangkaian Listrik || past 1

Dasar-dasar Rangkaian Listrik

Berkuliah di Fakultas Teknik dengan Jurusan Teknik Elektro tidaklah mudah dan tidak juga begitu sulit. Bagi teman-teman yang berasal dari SMK/MAK dengan jurusan kelistrikan mungkin tidak asing lagi dengan dasar-dasar rangkaian listrik. Akan tetapi, bagi teman-teman yang berasal dari SMA, MA, Pesantren ataupun SMK yang bukan jurusan kelistrikan mungkin ini adalah tantangan tersendiri bagi mereka untuk berlomba-lomba bersama teman-temannya yang telah menggeluti bidang kelistrikan di semasa sekolah sebelumnya.

Teman-teman yang belum mengenal dasar-dasar rangkaian listrik tidak perlu khawatir jika teman-temannya dari SMK telah terlebih dahulu mengenal ilmu tersebut, karena di sini saya akan berbagi sedikit ilmu kepada teman-teman semua mengenai dasar-dasar rangkaian listrik.

Rangkaian atau rangkaian listrik adalah suatu kumpulan elemen atau komponen listrik yang saling dihubungkan dengan cara-cara tertentu dan paling sedikit mempunyai satu lintasan tertutup. Rangkaian listrik merupakan rangkaian komponen pasif linier (R = resistor, L = indikator , dan C = kapasitor) yang terhubung dengan sumber energi (listrik) atau tanpa sumber energi. Sumber energi dapat berupa sumber tegangan (listrik)  dan/atau sumber arus (listrik).

Ada dua hal yang berperan penting dalam rangkaian listril, yaitu:
1. Muatan listrik
Muatan adalah satuan terkecil dari atom atau sub bagian dari atom yang terdiri dari partikel inti (proton bermuatan positif dan neutron bersifat netral) yang dikelilingi oleh muatan elektron (bermuatan negatif), normalnya atom bersifat netral.
Muatan terdiri dari dua jenis yaitu muatan positif dan muatan negatif. Arah arus listrik searah dengan
arah muatan positif atau berlawanan dengan arah aliran elektron. Suatu pertikel dapat menjadi muatan positif apabila kehilangan elektron dan menjadi muatan negatif apabila menerima elektron dari partikel lain.

2. Medan
Medan terdiri dari 2 macam yaitu medan listrik dan medan magnet. Efek medan listrik terjadi karena adanya muatan, sedangkan efek medan magnet terjadi karena adanya gerakan muatan.

Sekian dulu pembahasan dasar-dasar rangkaian listrik kita, pada artikel berikutnya akan kita lanjutkan lagi dan kita tuntaskan. Terima kasih telah berkenan untuk membaca setitik ilmu yg telah saya tulis ini, semoga bermanfaat. Bye bye :3

Sumber : Buku Dasar-dasar Rangkaian Listrik disertai contoh soal-soal dan pembahasannya, UPT PERPUSTAKAAN UNY 621.3.04 rat d2

Jumat, 23 Agustus 2019

Diskriminasi Bahasa

Indonesia merupakan negara dengan beribu budaya dan bahasa. Bahasa yang berbeda-beda dapat membuat masyarakat antar daerah saling diskriminasi bahasa.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Diskriminasi artinya adalah perbedaan perlakuan terhadap sesama warga negara berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, agama, bahasa, ras, etnis dan sebagainya. Jadi, Diskriminasi bahasa adalah perlakuan yang berbeda atau tidak adil yang diberikan terhadap individu dan golongan tertentu karena perbedaan bahasa. Selain pulau-pulau yang terpecah belah, diskriminasi bahasa ini juga menyebabkan masyarakat Indonesia terpecah belah.

Nah... Di sinilah para mahasiswa berperan aktif untuk menipiskan diskriminasi bahasa ini, terutama di kalang kampus. Jika di kampus saja mahasiswa masih diskriminasi bahasa, bagaimana diskriminasi di daerah bisa menipis?
Dalam kegiatan kampus atau organisasi kampus yang anggotanya berasal dari daerah yang berbeda-beda, gunakanlah bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam berkegiatan atau rapat dan sebagainya. Kecuali, semua anggota tersebut memahami bahasa daerah tersebut.

Dengan demikian, diskriminasi bahasa di Indonesia tekhususnya di Kampus akan menipis. Dan akan dapat mewujudkan "Indonesia Berdaya", karena telah saling menghargai satu dengan yang lainnya terutama dalam berbahasa.

Hidup Mahasiswa!!!
Hidup Mahasiswa Indonesia!!!
Hidup Rakyat Indonesia!!!